Akhirnya tiba juga hari besar yang menandakan fase terakhirku sebagai mahasiswa: Wisuda!
Sudah
sekian lama kutandai tanggal ini, 28 Agustus, dengan spidol besar di
kalender, sebagai pengingat dan penyemangat dalam mengerjakan skripsi.
Sebenarnya,
secara de facto aku memang sudah bukan mahasiswa lagi, karena sidang
dan segala printilannya sudah kuselesaikan dari sebelum lebaran. Bahkan
aku sudah memulai pekerjaan di kampus seminggu sebelum wisuda. Tapi
tetap saja, hari wisuda adalah momen yang kutunggu-tunggu sebagai
seremoni pelepasan status mahasiswa.
Karena sedang
hectic beradaptasi dengan pekerjaan baru di kampus, persiapan wisuda
baru kulakukan pada detik-detik terakhir. Bahkan sepatu high heels untuk
wisuda baru kubeli H-1 Gladi Resik. Lalu tadinya saat Gladi Resik aku
memilih untuk didandani Icha saja, tapi karena satu dan lain hal aku
terpaksa ke salon Moz5 Tebet pada hari-H (yang mahalnya minta ampun dan
aku nggak suka gaya hijab yang dipakaikan mbaknya).
Sehari
sebelum wisuda, para wisudawan program reguler mengikuti Gladi Resik,
dimana kita mempersiapkan susunan acara besok secara singkat, dan
berjabat tangan bersama Dekan Fakultas masing-masing dan Rektor UI.
Sesudah berjabat tangan, so pasti kita menyerbu Rotunda untuk foto-foto
dong :3
 |
| Foto Wisuda Wajib 1: Foto depan gedung rektorat |
 |
| Foto Wajib 2: Lempar toga ala-ala |
Hari-H wisuda dilalui dengan super
rempong, make-up bareng Camila di Moz5 Depok dari jam 10 pagi. Tenyata
di Moz5 banyak anak-anak FH lainnya yang lagi di make-up. Untungnya
aku lagi dapet, jadi nggak musingin gimana caranya wudhu dengan
make-up. Untungnya juga ada Una si ade tersayang (tipu) yang siap
menemani selama di make-up, ngasih arahan ke mbaknya tentang make-up dan
hijab style yang dikenakan kepadaku, jadi make-upnya nggak fail-fail
banget. Bahkan aku jauh lebih sukaa hijab style yang kukenakan saat hari
wisuda.
Setelah di make-up rapi, aku,
Camila, dan Una bergegas ke balairung, mengingat sudah jam 1 kurang 10
menit sementara wisudawan wajib berkumpul di sisi balairung jam 1.
Melihat jalanan yang super macet nggak bergerak, akhirnya kami nekat
naik ojek dari stasiun UI, dengan wajah sudah di make-up dan kebaya
rapi.
Kami sampai tepat pada waktunya, beberapa menit sebelum wisudawan Fakultas Hukum dipanggil masuk ke dalam Balairung.
Dengan berbaris rapi, wisudawan dari Fakultas Hukum memasuki Balairung.
Aku
menatap jejeran Jaket Kuning di atas balkon dan deretan toga hitam di
bawah balkon dengan takjub. Empat tahun yang lalu, aku berada di deretan
atas balkon, mengenakan Jaket Kuning dan bertanya-tanya apa rasanya
jadi kakak-kakak wisudawan yang dinyanyikan di bawah sana.
Ternyata, begini rasanya.
Kami
mengikuti prosesi wisuda dengan bergembira. Mengadu yel-yel antar
Fakultas ketika satu persatu wisudawan terbaik dari setiap Fakultas
dipanggil. Ikut bernyanyi saat adik-adik mahasiswa baru menyanyikan lagu
Gaudeamus Igitur, Genderang UI, Selamat Datang Pahlawan Muda, dan lagu
favorit kami Keroncong Kemayoran yang membuat kami asyik
menggoyang-goyangkan badan mengikuti irama lagu. Tapi momen paling unyu
adalah saat solis menyanyikan lagu Lilin-Lilin Kecil, dan deretan
mahasiswa baru menyalakan senter HP mereka dan menimbulkan efek ribuan
titik cahaya yang bergerak seperti lilin di langit-langit balairung.
 |
| Sempet-sempetnya selfie selama prosesi wisuda |
Prosesi wisuda selesai, kami pun bubar dan menghampiri keluarga masing-masing untuk berfoto.
 |
| Maaf fotonya banyak banget, because every moment with them is my precious moment |
 |
| Tidak lupa selfie cantik bersama ade kakak |
Selesai sesi berfoto bersama keluarga, kami memutuskan untuk berpisah karena aku dan teman-teman sudah berjanji untuk berkumpul di PPMT, untuk foto bersama.
Di depan Rektorat, aku bertemu dengan teman-teman Mabit: Upi, Dicky, Aim, Novia dan Onad.
 |
| Sebagian dari Wisudawan Mabit. Sayang nggak kekumpul semua :') |
 |
| Para penyandang gelar Sarjana Hukum |
 |
| Tidak lupa berfoto dengan Go-Pronya Sandipa yang hitz |
Satu persatu junior-juniorku datang menghampiri, mengucapkan selamat, dan mengajak foto bersama. Dan yang membuatku terharu, mereka memberikan hadiah wisuda untukku, baik bunga maupun bingkisan lain, padahal aku nggak minta looh hehe. Makasih banyak adik-adik Serambi, adik-adik Rumah Belajar BEM UI, dan adik-adik panitia PMH 2015! :3
Saat kulihat jam, mendadak aku teringat akan janji untuk bertemu teman-teman GUIM di baliho Sadewa. Aku berputar-putar mencari baliho Sadewa, dan pucuk dicinta ulam tiba, akhirnya aku bertemu girls disana!
 |
| With GUIM dan Girls |
Wisuda hari ini merupakan moment tak telupakan bagiku. Terima kasih bagi teman-teman yang sudah menyempatkan datang, memberi ucapan selamat, mengajak berfoto bersama, bahkan memberikan hadiah. Seandainya aku bisa mengawetkan bunga, mungkin aku akan mengawetkan satu persatu bunga pemberian teman-temanku, supaya aku teringat terus dengan yang memberikan bunga.
Anyway thanks a lot, I can't make it without you, my supporting system! :) (you-nya jamak ya *klarifikasi).
 |
| Sebagian dari hadiah-hadiah wisuda. Thanks a lot guys! I really appreciate it :') |
Gimana rasanya jadi wisudawan? Hmmm aku tidak bisa bilang rasanya lega, karena satu persatu tantangan di kehidupan pasca kampus sudah bermunculan. Wisuda ini adalah momen naik level bagiku. Kamu tahu kan kalau kita main game, sehabis mengalahkan musuh besar, pasti kita akan mendapatkan tantangan di stage selanjutnya yang lebih sulit dengan musuh besar yang semakin sulit dikalahkan. What I can say is, sekolah maupun kuliah adalah part termudah dalam hidup yang harus kita lalui. Masih banyak tantangan-tantangan dalam tahapan hidup kita yang lain. Masih banyak musuh-musuh besar lain yang harus dikalahkan!
Kulirik poster mimpi-mimpi yang terpampang di dinding kamarku. Deret paling bawah dalam target mimpiku sudah terwujud. Saatnya mewujudkan deret selanjutnya! :)
Huhuhu gabisa ikut selfie sama Mbakku tersayang karena belum di Depok��������
BalasHapusBarakallah ya Mbak Iffaaah, semangat ngasdosnyaa!!! Ihiy pasti kd asdos yg luvly anggun dan bikin adem�� Semoga secepatnya ke KUA & UK wakakak