Assalamualaikum....
Hei! It's me, again!
Sudah lamaaa sekali rasanya aku tidak menulis di blog ini, mengingat kesibukan setahun terakhir menuntut ilmu. Saat ini, aku sudah kembali ke Indonesia dan beraktivitas seperti biasa di kampus tercinta. Dengan ilmu yang kupelajari, tentunya semakin banyak tuntutan dan tugas yang harus kukerjakan; yang tadinya tidak bisa, mau tidak mau sekarang harus bisa. Ekspektasi orang akan gelar yang kini kuemban mau tidak mau menuntut sekaligus menuntunku untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Alhamdulillah, beberapa saat yang lalu hasil kuliah magisterku di UK sudah keluar, dan hasilnya aku lulus dengan predikat distinction (seperti cum laude kalau di Indonesia). Benar-benar di luar dugaan, karena aku sudah pasrah dengan apapun hasilnya, bahkan aku pernah berpikir sekedar lulus pun tidak apa-apa. Alhamdulillah, Allah memang selalu melihat usaha hamba-Nya.
Selama setahun terakhir ini, banyak hal yang terjadi kepadaku. Aku belajar bahwa tidak ada yang tidak mungkin bila kita berusaha dan berdoa. Sebaliknya, aku juga belajar bahwa walaupun kita sangat menginginkan sesuatu, bila Allah belum berkehendak, maka suatu hal itu belum tentu bisa kita dapatkan. Banyak hal yang membuatku merenung, mencoba memperbaiki hal yang salah, mencoret-coret beberapa rencana dan memperbaikinya dengan rencana yang lain.
Hei! It's me, again!
Sudah lamaaa sekali rasanya aku tidak menulis di blog ini, mengingat kesibukan setahun terakhir menuntut ilmu. Saat ini, aku sudah kembali ke Indonesia dan beraktivitas seperti biasa di kampus tercinta. Dengan ilmu yang kupelajari, tentunya semakin banyak tuntutan dan tugas yang harus kukerjakan; yang tadinya tidak bisa, mau tidak mau sekarang harus bisa. Ekspektasi orang akan gelar yang kini kuemban mau tidak mau menuntut sekaligus menuntunku untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Alhamdulillah, beberapa saat yang lalu hasil kuliah magisterku di UK sudah keluar, dan hasilnya aku lulus dengan predikat distinction (seperti cum laude kalau di Indonesia). Benar-benar di luar dugaan, karena aku sudah pasrah dengan apapun hasilnya, bahkan aku pernah berpikir sekedar lulus pun tidak apa-apa. Alhamdulillah, Allah memang selalu melihat usaha hamba-Nya.
Selama setahun terakhir ini, banyak hal yang terjadi kepadaku. Aku belajar bahwa tidak ada yang tidak mungkin bila kita berusaha dan berdoa. Sebaliknya, aku juga belajar bahwa walaupun kita sangat menginginkan sesuatu, bila Allah belum berkehendak, maka suatu hal itu belum tentu bisa kita dapatkan. Banyak hal yang membuatku merenung, mencoba memperbaiki hal yang salah, mencoret-coret beberapa rencana dan memperbaikinya dengan rencana yang lain.
Ada beberapa target hidupku yang pernah kutuliskan dalam daftar mimpi-mimpi, yang sebagian juga pernah kutulis di blog ini. Alhamdulillah, sebagian diantaranya sudah tercapai, antara lain:
Menjadi Asisten Dosen
Mendapatkan Beasiswa
Melanjutkan S2 di Eropa (walau sejujurnya, dulu aku tidak pernah terpikir untuk kuliah di UK, hehe)
Belajar Masak
Belajar Public Speaking
Berkeliling ke beberapa negara di Eropa, antara lain Prancis, Jerman, Belanda, Belgia, dan Swiss.
Setahun terakhir ini, aku belajar mendobrak zona nyaman.
Selama setahun merantau, banyak skill-skill baru yang tidak kubayangkan bisa aku kuasai sebelumnya. Misalnya, karena di Durham tidak mudah mendapatkan makanan yang halal dan murah, aku dituntut untuk bisa memasak setiap hari, sehingga lama-lama terbiasa. Padahal, dulu tak pernah terbayangkan aku bisa memasak segala masakan "serius" seperti Dendeng, Pempek, Bakso, atau Batagor dengan tangan sendiri. Maklum, biasanya tinggal beli di depan rumah hehe. Begitu juga segala urusan domestik lainnya, seperti mencuci, berbelanja mingguan ke City Center, mengatur keuangan, membereskan rumah, sampai menyikat kamar mandi, semuanya menuntutku untuk mandiri.
Banyak hal-hal yang sebelumnya tidak pernah kubayangkan akan kualami, yang aku yakin bila Ummi tahu, pasti dia stress memikirkan nasib anak perempuannya ini. Aku pernah harus tidur di terminal Coach Bus Station di London semalaman demi menunggu bis ke Durham (karena bis tengah malah harganya paling murah). Aku pernah menaiki bis selama 8 jam dari London ke Durham sendirian di tengah-tengah banyak orang asing yang tidak kukenal. Aku pernah sendirian jam 12 malam berjalan kaki selama 45 menit dari stasiun kereta karena sudah tidak ada bis dan di Durham jarang ada taksi. Rasanya ingin menangis malam itu ketika aku melintasi deretan hutan yang gelap dan sunyi, apalagi aku penakut. Aku yang tidak pernah merantau jauh, tidak pernah mau pulang di atas jam 10 malam, dan selalu ditelepon Ummi bila pulang malam sedikit saja, kini harus bertarung melawan ketakutanku. Pokoknya, modal nekat dan bismillah saja.
Banyak hal-hal yang sebelumnya tidak pernah kubayangkan akan kualami, yang aku yakin bila Ummi tahu, pasti dia stress memikirkan nasib anak perempuannya ini. Aku pernah harus tidur di terminal Coach Bus Station di London semalaman demi menunggu bis ke Durham (karena bis tengah malah harganya paling murah). Aku pernah menaiki bis selama 8 jam dari London ke Durham sendirian di tengah-tengah banyak orang asing yang tidak kukenal. Aku pernah sendirian jam 12 malam berjalan kaki selama 45 menit dari stasiun kereta karena sudah tidak ada bis dan di Durham jarang ada taksi. Rasanya ingin menangis malam itu ketika aku melintasi deretan hutan yang gelap dan sunyi, apalagi aku penakut. Aku yang tidak pernah merantau jauh, tidak pernah mau pulang di atas jam 10 malam, dan selalu ditelepon Ummi bila pulang malam sedikit saja, kini harus bertarung melawan ketakutanku. Pokoknya, modal nekat dan bismillah saja.
Selain itu, aku yang kaku dan biasanya jauh dari kata seni ini berhasil belajar menari Saman dan bermain Angklung yang kemudian ditampilkan ke warga Durham dan Newcastle. Latihan Saman dan Angklung yang dijalani hanya sebulan sebelum pentas, ternyata luar biasa menyenangkan dan menjadi refreshing di sela-sela kesibukan kuliah dan mengerjakan essay.
Selain itu, sebelum berangkat ke UK, aku juga sempat mengambil kelas Public Speaking di Pare selama sebulan, belajar mengatasi demam panggung yang selama ini menggangguku. Tak disangka, aku sempat mendapatkan pujian sebagai Best Speaker. Now, I'm no longer afraid to the crowd.
Selain itu, sebelum berangkat ke UK, aku juga sempat mengambil kelas Public Speaking di Pare selama sebulan, belajar mengatasi demam panggung yang selama ini menggangguku. Tak disangka, aku sempat mendapatkan pujian sebagai Best Speaker. Now, I'm no longer afraid to the crowd.
Dari pengalaman-pengalaman ini aku belajar, banyak hal yang bisa kita dapatkan ketika kita berani melangkah keluar dan zona nyaman. Banyak kejutan yang menanti ketika kita memberanikan diri melawan rutinitas. Ketika kita berani menghapus kata "tidak bisa" atau "tidak mau", kita akan terkejut melihat apa yang akan terjadi pada diri kita.
Karena itu, bila kau mengalami suatu kejenuhan atau kebuntuan, coba tanyakan pada dirimu sendiri: When was the last time you did something for the first time?
Karena itu, bila kau mengalami suatu kejenuhan atau kebuntuan, coba tanyakan pada dirimu sendiri: When was the last time you did something for the first time?
Alhamdulillah, pengalaman setahun terakhir sangat membekas dan memberikan banyak pelajaran. Namun aku menyadari, bahkan di usiaku yang sudah lebih dari seperempat abad ini, masih sangat banyaak hal dalam daftar mimpi-mimpiku yang belum terwujud, antara lain:
Menikah (dulu cita-citaku menikah umur 22 tahun... Pfft)
Menjadi Dosen
Membuat cerpen dan menerbitkan novel karya sendiri
Menjadi wartawan
Menguasai ilmu beladiri
Membuat sekolah sendiri
Membawa Abi ke tanah suci
Mengunjungi Italia dan Jepang
..... dan masih panjaang lagi daftarnya, hehe
Dari daftar tersebut, ada hal-hal yang masih mungkin terwujud, dan ada juga hal-hal yang kecil kemungkinannya untuk terwujud. Karena setelah menempuh usia setengah abad, segala pilihan yang kuambil di masa lalu seperti pilihan sekolah, pilihan berorganisasi dan karier yang kupilih perlahan-lahan membuatku semakin fokus untuk memilih suatu jalan. Misalnya, kecil kemungkinannya aku benar-benar bisa menjadi ahli beladiri atau menjadi wartawan yang bekerja di lapangan.
Namun, jejak-jejak aktivitas dan kegiatan yang pernah kuikuti di masa lalu semakin jelas membentuk siapa aku di masa depan. Misalnya, ketika S1, aku membuat skripsi tentang Undang-Undang Jaminan Produk Halal. Aku juga mengikuti penelitian untuk membandingkan industri halal di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Sementara thesis S2-ku membahas mengenai pengaruh regulasi terhadap industri halal. Dengan segala pilihan itu, secara tidak langsung aku sedang mengarahkan pilihan karierku untuk menjadi seorang akademisi di bidang industri halal.
Namun, jejak-jejak aktivitas dan kegiatan yang pernah kuikuti di masa lalu semakin jelas membentuk siapa aku di masa depan. Misalnya, ketika S1, aku membuat skripsi tentang Undang-Undang Jaminan Produk Halal. Aku juga mengikuti penelitian untuk membandingkan industri halal di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Sementara thesis S2-ku membahas mengenai pengaruh regulasi terhadap industri halal. Dengan segala pilihan itu, secara tidak langsung aku sedang mengarahkan pilihan karierku untuk menjadi seorang akademisi di bidang industri halal.
Aku menyadari, tidak ada kata terlambat untuk mempelajari sesuatu dan mencita-citakan sesuatu. Namun kita harus fokus dan realistis juga untuk merencanakan jalan kehidupan kita.
Dengan pemikiran tersebut, aku memutuskan untuk mengevaluasi tujuan hidupku dan menyusun daftar mimpi-mimpi yang baru, yang ingin kucapai dalam sisa usiaku. Here it goes...
Dengan pemikiran tersebut, aku memutuskan untuk mengevaluasi tujuan hidupku dan menyusun daftar mimpi-mimpi yang baru, yang ingin kucapai dalam sisa usiaku. Here it goes...
Menikah
Menjadi Dosen
Menjadi Researcher yang memiliki banyak publikasi dan mengikuti banyak conference international
Membuka usaha sendiri di bidang fashion dan kuliner
Belajar saham, menjadi trader atau investor yang handal
Membuat video channel edukasi (seperti Edx atau Coursera) tentang ekonomi syariah
Membuat perpustakaan
Membawa Abi ke tanah suci
Keliling Dunia bersama suami (And here goes the list: Thailand, Japan, South Korea, Italy, Austria, Spain, Netherland, France, Switzerland, and I hope someday I can come back to UK with my husband, hehe)
Menjadi istri dan ibu yang baik
Meninggal dengan khusnul khotimah
Mencapai umur seperempat abad bukan berarti kita harus berhenti bermimpi. Sebaliknya, ini adalah awal yang baru untuk memulai hidup kita. Untuk memastikan agar kita meninggalkan jejak yang berguna di usia hidup yang singkat ini, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
Ini daftar mimpi-mimpiku yang baru. Bagaimana dengan kamu?
Mencapai umur seperempat abad bukan berarti kita harus berhenti bermimpi. Sebaliknya, ini adalah awal yang baru untuk memulai hidup kita. Untuk memastikan agar kita meninggalkan jejak yang berguna di usia hidup yang singkat ini, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
Ini daftar mimpi-mimpiku yang baru. Bagaimana dengan kamu?