Minggu, 05 Maret 2017

Scholarship Series: Memilih Program dan Universitas

Memilih program dan Universitas yang akan kita ambil merupakan hal sangat krusial sebelum berburu LoA dan beasiswa. Kenapa begitu? Karena pilihan ini akan mempengaruhi essay beasiswa dan personal statement atau motivation letter kita secara keseluruhan. Tentunya, kita juga tidak mau dong, salah mengambil jurusan. Karena itu, banyak-banyaklah riset sebelum memutuskan jurusan yang akan kita ambil untuk S2. Baca! 

Pada dasarnya Program untuk Magister di luar negeri bisa berupa Taught Program dan Research Program. Taught Program merupakan program dimana kita bisa mengambil beberapa mata kuliah dan membuat Dissertation di akhir. Sementara Research Program menuntut kita sejak awal untuk menyusun Dissertation, mata kuliah yang diambil hanya sedikit, itu pun hanya yang mendukung topik riset. Untuk mengambil Research Program dibutuhkan background dari jurusan yang sama. Aku memutuskan mengambil Taught Program karena jurusan yang aku ambil bukan jurusan Hukum.

Aku memilih jurusan tentunya setelah perenungan panjang. Aku mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri, seperti, "Sebenarnya aku ingin menjadi apa? Bidang apa yang benar-benar aku minati? Apakah aku benar-benar perlu mengambil jurusan ini? Apa dampak ilmu yang ku ambil untuk perkembangan ilmu tersebut di Indonesia? Apakah perlu aku ke luar negeri hanya untuk mempelajari ilmu tersebut?" 
Ini sangat penting, karena hampir semua personal statement dan beasiswa memerlukan kita menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Sebagai asisten dosen Hukum Islam, aku melihat bahwa ekonomi syariah di Indonesia masih merupakan hot issue dan sedang berkembang pesat. Namun, aku melihat ada kekurangan dalam pelaksanaan ekonomi syariah di Indonesia: regulasi yang ada masih belum memadai untuk mendorong perkembangan ekonomi syariah. 

Sayangnya, masih sedikit mahasiswa di Fakultas Hukum UI yang tertarik untuk mempelajari mata kuliah hukum ekonomi syariah lebih lanjut. Sedikit sekali mahasiswa yang mengambil kelas hukum ekonomi syariah, mungkin bisa dihitung dengan jari (tangan dan kaki). Padahal banyak alumni-alumni dari Fakultas Hukum yang setelah lulus kembali menemui dosen-dosen mereka dan meminta untuk diajari materi hukum ekonomi syariah, bahkan mereka meminta LKIHI FHUI untuk mengadakan pelatihan mengenai hukum ekonomi syariah. Karena, di kehidupan nyata, mereka para praktisi hukum menemui banyak sekali permasalahan ekonomi syariah yang harus diselesaikan. Namun sekali lagi, masih sedikit SDM yang memahami permasalahan ekonomi syariah, terlebih lagi di bidang hukum.

Tergerak untuk mengambil peran, aku memutuskan untuk mempelajari mengenai hukum ekonomi syariah. Namun, setelah riset di beberapa Universitas, sulit sekali mencari jurusan Hukum Ekonomi Syariah. Bahkan, jurusan tersebut di Magister FHUI tidak dibuka karena sepinya peminat (hiks). Sehingga aku beralih untuk mengambil jurusan Ekonomi Syariah, dengan harapan ilmu ekonomi yang kudapat bisa dielaborasikan dengan hukum positif di Indonesia. 

Kuliah di luar negeri menjadi alternatif yang menggiurkan bagiku. Saat ini Malaysia dan Inggris merupakan negara utama tujuan para ekonom rabbani (istilah untuk penggiat ekonomi syariah). Aku langsung berburu program yang ada di Universitas-Universitas Inggris. Kenapa harus Inggris? Salah satu tujuanku agar bisa mendapatkan international exposure dan bisa bertukar pikiran dengan scholar ekonomi syariah dari seluruh dunia. Selain itu, siapa tahu kelak aku bisa menjalin kerjasama riset dengan mahasiswa mancanegara.

Berdasarkan hasil riset program yang sesuai dengan minatku, aku membuat daftar Universitas incaran:

1. Durham University

Bila berbicara tentang ekonomi syariah, Durham adalah Universitas top of mind untuk melanjutkan studi. Hampir semua mahasiswa Fakultas Ekonomi UI maupun universitas-universitas lain yang ingin mengambil S2 di bidang ekonomi syariah pasti memilih Durham University. Selain lima besar Universitas terbaik di Inggris, Durham merupakan Universitas terbaik untuk riset Ekonomi Syariah. Jurusan atau course di Durham banyak yang sesuai dengan minatku. Seorang alumni Durham berkata, karena aku tidak memiliki basic ekonomi, maka jurusan yang sesuai adalah Msc Islamic Finance and Management. Sementara yang berasal dari Fakultas Ekonomi lebih cocok mengambil Msc Islamic Finance.


Course di Durham

2. SOAS University of London

SOAS University masuk ke dalam pertimbanganku sebab ada program LLM Islamic Law, dimana salah satu course yang ditawarkan adalah Law of Islamic Finance. Salah satu pertimbanganku untuk mengambilnya adalah karena ini jurusan Hukum, walaupun hukum ekonomi syariah hanya salah satu coursenya. Course yang lain adalah materi seputar hukum Islam.



3. Newcastle University

Saat melakukan riset, aku terkejut saat mengetahui bahwa di Newcastle ternyata ada jurusan yang sangat sesuai dengan anak Hukum yang ingin belajar Ekonomi Syariah: Msc Finance and Law with Islamic Finance. Mempelajari Hukum Ekonomi Syariah, walaupun degree yang didapat Msc, bukan LL.M.
Semakin ngences ketika melihat course yang ditawarkan:


So tempting
Namun aku merasa patah hati saat mengetahui kenyataan bahwa: program ini sudah tidak dibuka di Newcastle, entah kapan akan dibuka lagi. Hiks. Bye-bye Newcastle.

4. Bangor University

Bangor merupakan salah satu alternatif untuk mengambil ekonomi syariah. Compulsory Modules-nya antara lain Organisations and People, Management Research, Islamic Finance, Islamic Banking, dan International Banking. Sementara Optional Modules-nya yaitu International Strategic Management, Marketing Financial Services, Islamic Accounting and Financial Reporting, Contemporary Issues in Management, Banking and Development, Islamic Insurance, Marketing Strategy, dan Merger and Acquisition

Selain keempat Universitas yang sudah kusebutkan, ada beberapa Universitas lain yang bisa dipilih, antara lain: MSc Investment Banking and Islamic Finance di Reading University, Msc Islamic Finance di Middlesex University, Master of Business Administration in Islamic Finance di Aberdeen University, dan MA in Islamic Banking, Finance, & Management di Markfield Institute of Higher Education (MIHE). Aku juga menyiapkan untuk apply ke Master of Science in Islamic Banking and Finance (MIBF) di Islamic University of Malaysia apabila tidak mendapatkan Universitas di Inggris. 

Kemudian aku membuat tabel perbandingan setiaprogram, sebagai berikut:


Tabel
Setelah melakukan riset, dengan menyesuaikan jurusan yang kuminati, cocok dengan tujuanku melanjutkan studi, serta Universitas masuk list yang didanai oleh beasiswa LPDP atau Chevening (ini penting! Reading dan Bangor tidak masuk dalam list), aku memutuskan untuk apply ke Durham University dan SOAS University of London.

Overall, ini hal-hal yang harus diketahui sebelum memilih jurusan S2:

1. Cari jurusan yang masih memiliki benang merah dengan background pendidikan, pekerjaan, serta tujuan kita setelah lulus kuliah. Untuk magister, lintas jurusan dari program sarjana diperbolehkan selama kita dapat menuangkan alasan yang kuat di personal statement.

2. Module: Lihat course yang akan diambil, umumnya setiap Universitas menyertakan daftar course, course description, bahkan reading list yang digunakan. Ini penting untuk mengetahui apa yang akan kita pelajari nanti.

3. Requirements: Perhatikan requirements setiap jurusan. Misalnya skor IELTS tertentu, IPK, atau background Undergraduate yang serupa, bahkan ada yang hanya menerima professional/pekerja di bidang tersebut.
4. Lihat rank yang dimiliki oleh Universitas tersebut, untuk melihat reputasinya. Bisa dilihat di QS World, THE Rank, dan sebagainya. Lihat rank jurusan, bukan overall Universitas.

5. Taught Program atau Research Program?

6. Durasi kuliah: Lazimnya Universitas di Inggris masa kuliahnya adalah full-time setahun. Kuliah yang part-time (selama dua tahun), perkuliahan jarak-jauh (online) atau kelas malam tidak dibiayai oleh beasiswa LPDP

Begitulah pengalaman singkatku dalam memilih Universitas. Memang tidak mudah, karena dibutuhkan riset mendalam untuk benar-benar mengetahui apa jurusan yang dimau. Karena itu, habiskan banyak waktu untuk melakukan riset agar mendapatkan jurusan yang sesuai yang kita inginkan. Di tulisan berikutnya, aku akan menjelaskan proses apply ke Universitas untuk mendapatkan Letter of Acceptance (LoA).

See you!

1 komentar:

  1. terimakasih untuk infonya kak, sangat membantu dan menginspirasi sekali. sukses selalu kak!

    BalasHapus